Author: bogota

  • Polda Jabar Imbau Masyarakat Jaga Fasilitas Umum, Tolak Aksi Anarkis dan Wujudkan Jawa Barat Tetap Aman

    Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama- sama menjaga fasilitas umum dan tidak melakukan tindakan perusakan dalam menyampaikan aspirasi di muka umum. Imbauan ini disampaikan sebagai upaya menjaga keamanan, ketertiban, serta kenyamanan masyarakat di wilayah Jawa Barat.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H menegaskan bahwa fasilitas umum, seperti jalan, halte, rambu lalu lintas, dan berbagai sarana publik lainnya, merupakan aset yang digunakan bersama oleh masyarakat. Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan memiliki kepedulian dan tanggung jawab untuk menjaga serta merawat fasilitas tersebut.

    “Dalam menyampaikan pendapat atau aspirasi, masyarakat diharapkan tetap mengedepankan cara-cara yang damai, tertib, dan bertanggung jawab. Kebebasan menyampaikan pendapat merupakan hak masyarakat yang harus dilaksanakan dengan tetap menghormati hak orang lain serta tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.” ujar Kombes Pol. Hendra, Selasa (27/10/2026)

    Polda Jabar juga mengingatkan bahwa tindakan anarkis dan perusakan fasilitas umum bukan merupakan bentuk penyampaian aspirasi yang bertanggung jawab. Selain menimbulkan kerugian material, tindakan tersebut dapat mengganggu aktivitas masyarakat, menghambat mobilitas, serta merugikan kepentingan publik secara luas.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif.

    “Polda Jabar mengajak seluruh masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan bertanggung jawab. Jangan sampai tindakan anarkis dan perusakan fasilitas umum justru merugikan masyarakat luas. Fasilitas umum merupakan milik bersama yang harus kita jaga dan rawat,” ujarnya.

    Ia juga menegaskan bahwa perbedaan pendapat hendaknya disikapi dengan bijak dan tidak menjadi alasan untuk melakukan kekerasan maupun tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum. Masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta tetap mengutamakan dialog dalam menyelesaikan persoalan.

    “Menjaga keamanan bukan hanya tugas kepolisian, tetapi juga membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat. Mari kita tunjukkan bahwa aspirasi dapat disampaikan tanpa kekerasan dan tanpa merusak fasilitas umum. Bersama-sama kita jaga Bandung dan Jawa Barat agar tetap aman, nyaman, dan kondusif,” tambahnya.

    Polda Jabar berkomitmen untuk terus mengedepankan upaya pemeliharaan kamtibmas melalui pendekatan preventif, edukatif, serta kolaborasi dengan masyarakat. Partisipasi aktif masyarakat diharapkan dapat mencegah terjadinya tindakan anarkis sekaligus menciptakan lingkungan yang tertib dan harmonis.

    Melalui imbauan ini, Polda Jabar mengajak seluruh masyarakat untuk menolak aksi anarkis, menjaga fasilitas umum, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam mewujudkan Jawa Barat yang aman dan damai.

    Jaga Bandung, Jaga Jawa Barat. Tolak aksi anarkis, fasilitas umum tetap terawat, Jawa Barat tetap aman!

    Bandung, 27 Oktober 2026

    Dikeluarkan oleh Bidhumas Polda Jabar

  • Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) melakukan pengamanan dan pengawalan terhadap kegiatan penyampaian aspirasi mahasiswa yang berlangsung di wilayah Kota Bandung, Senin (26/10/2026).

    Polda Jabar Kawal Penyampaian Pendapat di muka Umum oleh Mahasiswa di Bandung, Situasi Aman dan Terkendali

    Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) melakukan pengamanan dan pengawalan terhadap kegiatan penyampaian aspirasi mahasiswa yang berlangsung di wilayah Kota Bandung, Senin (26/10/2026).

    Aksi mahasiswa tersebut dimulai dengan titik kumpul (tikum) di kawasan Monumen Perjuangan (Monju) dan selanjutnya bergerak menuju Gedung DPRD Jawa Barat sebagai titik penyampaian pendapat di muka umum. Kegiatan tersebut membawa isu terkait dua tahun pemerintahan.

    Polda Jabar mengerahkan personel untuk melakukan pengamanan dan pengawalan sejak massa berkumpul, perjalanan menuju lokasi aksi hingga kegiatan penyampaian aspirasi berlangsung. Pengamanan dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis, persuasif dan profesional guna memastikan aksi berjalan aman serta tertib.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa kepolisian menghormati hak masyarakat, termasuk mahasiswa, dalam menyampaikan pendapat di muka umum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

    “Polda Jabar memastikan kegiatan penyampaian aspirasi mahasiswa dapat berlangsung dengan aman, tertib dan kondusif. Kami mengawal dan mengamankan kegiatan ini dengan mengedepankan pendekatan humanis serta menghormati hak mahasiswa dalam menyampaikan aspirasinya,” ujar Kombes Pol. Hendra Rochmawan.

    Ia juga mengimbau seluruh peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak mudah terprovokasi. Menurutnya, penyampaian pendapat hendaknya dilakukan secara damai tanpa melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan maupun merugikan masyarakat lainnya.

    “Kami mengajak seluruh peserta aksi untuk bersama-sama menjaga situasi tetap aman. Sampaikan aspirasi dengan tertib dan damai, jangan melakukan tindakan anarkis, serta tetap menghormati pengguna jalan dan masyarakat sekitar,” tambahnya.

    Hingga kegiatan berlangsung, situasi di lokasi aksi terpantau aman dan terkendali. Polda Jabar terus melakukan pengamanan secara proporsional serta memastikan aktivitas masyarakat dan pengguna jalan tetap dapat berjalan dengan baik.

    Polda Jabar mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama- sama menjaga kondusivitas Kota Bandung dan Jawa Barat serta menjadikan penyampaian aspirasi sebagai bagian dari proses demokrasi yang berlangsung secara damai dan bertanggung jawab.

    Bandung, 26 Oktober 2026

  • Kapolda Jabar Gelar Shalat Jumat Keliling di Masjid Besar Kaum Ujung Berung, Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat

    Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H., melaksanakan kegiatan Shalat Jumat Keliling di Masjid Besar Kaum Ujung Berung (MBKU), Jalan Alun-Alun Utara Barat No. 185, Cigending, Kecamatan Ujung Berung, Kota Bandung.

    Kegiatan ini menjadi salah satu upaya mempererat silaturahmi antara Polri dan masyarakat sekaligus membangun kedekatan melalui kegiatan keagamaan.
    Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Jabar didampingi sejumlah pejabat utama Polda Jawa Barat, yakni Karolog, Dirintelkam, Dirbinmas, Dirlantas, Kabidpropam, Kabidhumas dan Kabiddokkes.

    Kapolda Jabar Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan Shalat Jumat Keliling menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat serta menumbuhkan rasa kebersamaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
    “Melalui kegiatan Shalat Jumat Keliling ini, kami ingin terus mempererat silaturahmi dengan masyarakat, mendengarkan aspirasi warga, serta membangun komunikasi yang baik. Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari masyarakat,” ujar Kapolda Jabar, Jum’at (23/10/2026)

    Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kerukunan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta berperan aktif dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif.

    Kehadiran Kapolda Jabar bersama jajaran pejabat utama di tengah masyarakat merupakan bentuk pendekatan humanis Polri dalam membangun kepercayaan publik dan memperkuat kemitraan dengan seluruh elemen masyarakat.

    Polda Jawa Barat berkomitmen untuk terus menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan pelayanan kepolisian guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Jawa Barat.

  • Hasil Visum Gempar! Balita Korban Pencabulan Ayah Dokter di Bandung Positif Gonore

    Fakta memilukan terungkap dalam kasus kekerasan seksual terhadap anak berusia 4 tahun oleh ayah kandungnya sendiri yang berprofesi sebagai dokter di Bandung. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium dan medis forensik, korban dinyatakan positif mengidap penyakit menular seksual Gonorrhoeae.

    PLH Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Irfan Nurmansyah mengungkapkan bahwa jajaran penyidik telah mengantongi deretan bukti medis otentik yang menguatkan perbuatan bejat tersangka IS.

    “Hasil pemeriksaan laboratorium pada Januari 2026 menunjukkan korban positif Gonorrhoeae serta ditemukannya bakteri Diplococcus Gram negatif. Selain itu, resume medis forensik pada Februari 2026 mengonfirmasi adanya tanda peradangan pada organ intim serta robekan pada selaput dara korban,” kata PLH Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Irfan Nurmansyah, Kamis (22/10/2026)

    Kombes Pol. Irfan menerangkan, perbuatan keji tersebut terjadi saat korban dibawa tersangka ke rumah orang tuanya di Kecamatan Cicendo, Kota Bandung. Selain bukti pemeriksaan fisik dan laboratorium, polisi juga menyita dokumen pemeriksaan psikologis dari UPTD PPA Provinsi Jawa Barat sebagai barang bukti pendukung.

    “Kami memastikan penanganan kasus ini dilakukan secara tuntas. Selain proses hukum pidana terhadap tersangka, pendampingan psikologis mendalam juga diberikan untuk memulihkan trauma yang dialami korban,” tegas Kombes Pol Irfan Nurmansyah.

    Bandung, 22 Oktober 2026

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • Rangkul Mahasiswa hingga Buruh, Kapolda Jabar Imbau Jauhi Aksi Intimidasi

    Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Hengki mengumpulkan ratusan perwakilan dari kelompok mahasiswa Cipayung Plus, belasan serikat pekerja/buruh, organisasi kemasyarakatan (ormas), dan insan pers dalam forum dialog terbuka di Mapolda Jabar, Kamis (22/10/2026).

    Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jabar menyampaikan pesan mendalam kepada masing- masing elemen demi menjaga kondusivitas Jawa Barat.

    Kepada organisasi kemasyarakatan (ormas) Irjen Pol. Hengki mengingatkan agar ormas dapat menjadi wadah pengabdian dan pemersatu masyarakat.

    “Hindari aksi intimidasi, kekerasan, dan tindakan apa pun yang mengganggu ketertiban umum. Selesaikan setiap pergesekan atau perselisihan melalui dialog dan musyawarah. Organisasi yang dihormati adalah organisasi yang memberikan manfaat nyata bagi warga,” tegas Irjen Pol. Hengki

    Sementara itu, kepada kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Jabar (seperti HMI, PMII, GMNI, KAMMI, dan lainnya), Kapolda Jabar meminta agar gerakan intelektual tetap dijaga pada koridor yang bernilai.

    “Teruslah kritis, jaga idealisme, dan kawal kebijakan publik secara cerdas serta bertanggung jawab. Sampaikan aspirasi secara damai dan berbasis data. Jangan biarkan provokasi merusak nilai luhur perjuangan mahasiswa,” lanjutnya.

    Isu kesejahteraan buruh juga tak luput dari perhatian. Menanggapi dinamika hubungan industrial di Jawa Barat, kepolisian berjanji akan menjamin hak konstitusional buruh dalam menyampaikan pendapat di muka umum, selama tidak melanggar aturan hukum dan merugikan ketertiban umum.

    “Perjuangan atas hak pekerja adalah bagian penting dari keadilan sosial. Kami menghormati hak menyampaikan aspirasi secara damai. Namun, marilah kita dorong penguatan dialog tripartit antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah secara tertib,” pungkasnya.

    Bandung, 22 Oktober 2026

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • Kapolda Jabar Usung Formula ‘Jabar Aman’ dan Ingatkan Tantangan Konflik Sosial

    Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Hengki, secara resmi memaparkan arah kebijakan dan strategi pengamanan wilayah hukum Jawa Barat di hadapan lintas elemen masyarakat.

    Mengingat status Jabar sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, potensi konflik sosial, peredaran narkoba, intoleransi, hingga hoaks menjadi tantangan utama yang dibidik mantan Kapolda Banten tersebut.

    Dalam acara silaturahmi bersama jajaran Cipayung Plus, serikat buruh, ormas hingga pimpinan media massa se-Jawa Barat di Mapolda Jabar, Kamis (22/10/2026) Irjen Pol. Hengki menegaskan bahwa stabilitas keamanan tidak dapat dicapai hanya melalui pendekatan kepolisian tunggal.

    Guna menjawab kompleksitas tersebut, perwira tinggi lulusan Akpol 1995 ini meluncurkan prinsip kerja kelembagaan bertajuk “JABAR AMAN”—sebuah akronim dari Antisipatif, Modern, Akuntabel, dan Nurani.

    “Prinsip ini menuntut jajaran kepolisian untuk mampu mencegah gangguan keamanan sejak dini, memanfaatkan teknologi informasi, bertanggung jawab atas setiap tindakan hukum, serta mengedepankan pendekatan humanis dan berkeadilan,” ujar Irjen Pol. Hengki, Kamis (22/10/2026)

    Menurutnya, transparansi public sangat penting. Maka dari itu, Ia berjanji akan membawa kepolisian di Jawa Barat menjadi institusi yang tidak antipati terhadap masukan dari luar.

    “Kami ingin membangun Polda Jawa Barat yang tegas dalam penegakan hukum, humanis dalam pelayanan, dan sangat terbuka terhadap kritik serta masukan masyarakat,” tegasnya.

    Di sisi lain, jenderal bintang dua ini menggarisbawahi pentingnya peran pers sebagai fungsi kontrol sosial. Ia meminta insan media di Jawa Barat terus memelihara independensi, akurasi, dan kode etik jurnalistik agar tidak memicu kepanikan massa di tengah derasnya arus informasi.

    Bandung, 22 Oktober 2026

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • Kapolda Jabar Kawal Mahasiswa Saat Penyampaian Aspirasi, Kedepankan Pendekatan Humanis

    Kapolda Jabar Irjen Pol. Hengki S.I.K., M.H mengerahkan personel untuk melaksanakan pengamanan penyampaian pendapat di muka umum Aliansi Mahasiswa se-Jawa Barat di Kota Bandung, dengan mengedepankan pendekatan humanis, profesional dan persuasif.

    Aksi tersebut membawa sejumlah isu dan tuntutan, mulai dari mahalnya biaya pendidikan, perbaikan sektor ekonomi dan keuangan, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta banjir, pemulihan kesehatan masyarakat terdampak bencana, pencabutan izin korporasi yang bertanggung jawab, hingga kritik terhadap kebebasan berpendapat dan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

    Kegiatan diawali dengan apel gabungan yang dipimpin Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H., dilanjutkan Tactical Wall Game (TWG) sebagai langkah pemantapan strategi dan koordinasi pengamanan.

    Dalam arahannya, Kapolda Jabar menekankan agar seluruh personel melaksanakan tugas secara profesional, mengedepankan sikap humanis, menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat, serta menghindari tindakan yang dapat memicu eskalasi. Personel juga diminta menjaga komunikasi, mengendalikan diri, dan bertindak sesuai prosedur serta ketentuan hukum yang berlaku.

    Selanjutnya, personel gabungan melaksanakan pengamanan di sepanjang Jalan Asia Afrika hingga Simpang Lima Kota Bandung, yang menjadi jalur perlintasan massa aksi, guna menjaga keamanan, ketertiban dan kelancaran aktivitas masyarakat.

    Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Hengki, S.I.K., M.H., menyampaikan, “Penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak warga negara yang harus dihormati. Saya tekankan kepada seluruh personel agar mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan profesional. Layani masyarakat dengan baik, hindari tindakan yang tidak diperlukan, serta jaga situasi tetap aman dan kondusif.” ujarnya, Selasa (20/10/2026)

    Sementara Dansat Brimob Polda Jabar Kombes Pol. Zuhdi Batubara, S.I.K., M.Han., menegaskan, “Personel Sat Brimob Polda Jabar hadir untuk memberikan rasa aman kepada seluruh pihak, baik peserta aksi maupun masyarakat. Laksanakan tugas dengan disiplin, humanis, dan penuh tanggung jawab. Kedepankan komunikasi serta pengendalian diri agar aspirasi dapat disampaikan dengan tertib tanpa mengganggu keamanan dan ketertiban umum.”

    “Pengamanan dilaksanakan melalui koordinasi dan perencanaan yang matang agar kegiatan penyampaian aspirasi berlangsung tertib, aman, dan lancar. Kami mengimbau seluruh peserta aksi untuk menjaga ketertiban, menghormati pengguna jalan lainnya, serta bersama-sama memelihara kondusivitas Kota Bandung.” ungkap Kapolda Jabar.

    Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H menyatakan bahwa Melalui sinergi personel gabungan dan penerapan pengamanan yang humanis, Polda Jawa Barat berkomitmen mengawal penyampaian aspirasi masyarakat sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.

    Bandung, 20 Oktober 2026

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • Polsek Bogor Tengah Melaksanakan Gatur Lalin, Berikan Pelayanan Bagi Masyarakat

    Kota Bogor-Anggota Polsek Bogor Tengah Polresta Bogor Kota Polda Jabar melaksanakan giat pelayanan masyarakat melalui gatur pagi di sejumlah titik rawan kemacetan, Selasa (20/10/2026).

    Hal itu sesuai arahan Kapolresta Bogor Kota Kombes Adhitya Panji Anom implementasi perintah Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto Polisi Bersama Masyarakat.

    “Anggota gabungan fungsi kami sebar lebar di beberapa titik lokasi guna memperlancar apabila terjadi kemacetan dilokasi tersebut,” ujar Kapolsek Bogor Tengah AKP Agus Kukyts Pramos.

    “Jl.Veteran, simpang Paledang, Jl. Merdeka, simpang mawar, Presiden, Jl. Dewi Sartika, simpang BTM anggota disiagakan dilokasi yang sudah ditentukan kami berharap kegiatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

  • KAPOLDA JABAR TEKANKAN DETEKSI DINI DAN KOLABORASI LINTAS SEKTOR UNTUK JAGA STABILITAS KEAMANAN

    Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Hengki menekankan pentingnya penguatan deteksi dini, langkah pencegahan, serta kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Jawa Barat. Upaya tersebut diperlukan untuk mengantisipasi berbagai dinamika yang berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan, mulai dari perkembangan situasi global hingga persoalan sosial di tingkat lokal.

    Dalam paparannya, Kapolda Jabar menyoroti beragam tantangan keamanan yang perlu diantisipasi secara terukur. Tantangan tersebut mencakup kejahatan siber, penipuan digital, penyebaran disinformasi, perdagangan orang, peredaran narkotika, radikalisme, hingga potensi konflik sosial dan gangguan keamanan yang berkaitan dengan dinamika ekonomi serta pembangunan infrastruktur.

    Menurut Irjen Pol. Hengki, karakter ancaman yang semakin beragam membutuhkan kesiapan personel, kemampuan membaca perkembangan situasi, serta koordinasi yang baik antarfungsi kepolisian dan pemangku kepentingan terkait. Penanganan gangguan kamtibmas juga perlu mengedepankan langkah preventif agar potensi permasalahan dapat diidentifikasi sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

    “Pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat harus dilakukan melalui langkah-langkah yang terencana, responsif, dan berkelanjutan. Deteksi dini, pencegahan, serta sinergi dengan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” ujar Irjen Pol. Hengki, Senin (19/10/2026)

    Selain ancaman kejahatan konvensional dan digital, dinamika ekonomi serta kondisi lingkungan juga menjadi bagian dari aspek yang perlu diperhatikan. Perubahan harga kebutuhan pokok, potensi gangguan distribusi, pemutusan hubungan kerja, cuaca ekstrem, bencana alam, hingga kerawanan di sekitar pembangunan infrastruktur dapat memengaruhi aktivitas masyarakat dan berpotensi menimbulkan persoalan keamanan.

    Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan tersebut, pendekatan yang disiapkan mencakup pemetaan wilayah rawan, pemantauan perkembangan situasi, kesiapsiagaan personel, patroli preventif, serta komunikasi dengan tokoh masyarakat dan pemangku kepentingan. Dalam menghadapi ancaman digital, penguatan patroli siber, pemanfaatan teknologi, klarifikasi informasi, dan pengembangan kemampuan investigasi juga menjadi bagian dari strategi penanganan.

    Kapolda Jabar menilai bahwa upaya menjaga keamanan tidak dapat hanya mengandalkan tindakan kepolisian setelah suatu peristiwa terjadi. Keterlibatan masyarakat, pemerintah daerah, dunia usaha, tokoh agama, dan unsur terkait lainnya diperlukan untuk membangun sistem pencegahan yang lebih kuat dan respons yang terkoordinasi.

    “Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga stabilitas keamanan. Diperlukan komunikasi dan kerja sama yang erat dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat. Dengan demikian, setiap potensi gangguan dapat direspons secara tepat dengan tetap mengedepankan profesionalitas dan pendekatan yang humanis,” katanya.

    Melalui penguatan deteksi dini, pencegahan, dan kolaborasi tersebut, Polda Jawa Barat mengarahkan upaya pemeliharaan kamtibmas pada terwujudnya Jawa Barat yang aman, adil, tertib, dan dipercaya masyarakat. Upaya ini sekaligus menegaskan pentingnya kehadiran Polri yang tidak hanya mampu merespons gangguan keamanan, tetapi juga membangun kondisi yang mendukung kehidupan masyarakat secara aman dan berkelanjutan.

    Bandung 19 Oktober 2026

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar

  • 6 Atensi Kapolda Jabar ke Kapolres Kapolsek : Pencegahan Kejahatan Jalanan Hingga Penyakit Masyarakat

    Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat Irjen Pol Hengki menyampaikan enam poin atensi tegas yang wajib dilaksanakan oleh seluruh Kapolres dan Kapolsek jajaran di wilayah Jawa Barat. Instruksi tersebut berfokus pada peningkatan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), pencegahan kejahatan jalanan, hingga pengamanan iklim investasi.

    Poin pertama dan kedua menggarisbawahi pentingnya keterlibatan personel secara konsisten di lapangan, baik melalui Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) maupun pelayanan di jalan raya.

    “Laksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan secara konsisten untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Tempatkan personel Lalu Lintas dan Samapta pada titik rawan kemacetan saat jam keberangkatan dan kepulangan masyarakat,” tegas Irjen Pol Hengki, Senin (19/10/2026)

    Selain kemacetan, perhatian serius diarahkan pada penanganan kejahatan jalanan dan penyakit masyarakat. Hengki memerintahkan pengetatan patroli pada wilayah-wilayah rawan kejahatan serta tindakan tegas terhadap peredaran narkoba dan obat-obatan terlarang seperti sabu, ekstasi, tramadol, hexymer, hingga minuman keras ilegal.

    Ia juga mengingatkan jajarannya agar tidak membiarkan adanya aksi razia sepihak atau sweeping oleh organisasi kemasyarakatan (ormas).

    “Prioritaskan pencegahan begal, pencurian dengan kekerasan, tawuran, balap liar, geng motor, serta peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang. Laksanakan razia minuman keras ilegal, narkotika, dan obat-obatan terlarang secara konsisten. Jangan ada pembiaran yang memicu razia sepihak oleh ormas,” kata Irjen Pol. Hengki.

    Mengenai kesiapsiagaan operasional, Kapolda meminta seluruh jajaran memastikan kecepatan respons saat terjadi kondisi darurat atau kontinjensi melalui skema perbantuan kekuatan antar-Polres dan antar-Polsek.

    Sebagai penutup, Irjen Pol Hengki memberikan instruksi khusus terkait pengamanan kawasan industri. Ia mendorong pembentukan fasilitas khusus untuk menangani isu ketenagakerjaan guna menjaga kondusivitas ekonomi daerah.

    “Seluruh Kapolres yang memiliki kawasan industri agar membentuk Desk Ketenagakerjaan, mencontoh Polresta Karawang, Polres Subang, dan Polres Purwakarta, untuk mencegah konflik industrial dan menjaga iklim investasi,” pungkasnya.

    Bandung 19 Oktober 2026

    Dikeluarkan oleh Bid Humas Polda Jabar